
PMK Batch 4 HSI BERBAGI: 10 Peserta Siap Dilatih Menjadi Teknisi Andal
Leny Hasanah- PMK Batch#4

Peserta Muslim Kreatif HSI BERBAGI dibekali keterampilan yang mumpuni sebagai teknisi servis handphone, sehingga dapat membuka peluang usaha dan mandiri secara finansial/ Foto; Dok HSI BERBAGI.
Jambi, news.berbagi.id – Sepuluh peserta dari berbagai daerah resmi dinyatakan lulus seleksi dan melangkah ke tahap berikutnya dalam Program Muslim Kreatif Pelatihan Teknisi Handphone Batch4 yang diselenggarakan LAZ HSI BERBAGI.
Program pemberdayaan umat ini dirancang tidak hanya untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter dan kemandirian ekonomi melalui pembinaan agama, pelatihan teknis secara intensif, serta magang kerja yang berkelanjutan.
Bagi HSI BERBAGI, di balik pembelajaran servis handphone yang intensif. Terdapat misi yang lebih besar, yakni menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi kerja, sekaligus karakter yang kuat dalam menjalani kehidupan dunia dan akhirat.
Ketua Program Muslim Kreatif HSI BERBAGI, Sokhidin menjelaskan, para peserta telah mengikuti bootcamp daring sejak 1 Juni 2026 dan akan melanjutkan pembinaan secara langsung di Yogyakarta mulai 22 Juni mendatang.
“Alhamdulillah, sepuluh calon peserta sudah lulus interview dan mendapat approval dari para asesor. Setelah bootcamp online, mereka akan mengikuti pembinaan tatap muka, sebelum memasuki pelatihan teknisi servis handphone dan masa magang,” ujar Sokhidin kepada news.berbagi.id di Jambi, Kamis (18/6/2026).
Tahapan program diawali dengan bootcamp online pada 1–19 Juni 2026. Selanjutnya peserta akan berkumpul di Yogyakarta untuk mengikuti bootcamp intensif pada 23–29 Juni sebelum menjalani pelatihan teknisi handphone perangkat lunak dan perangkat keras di Borneo Flasher, Boyolali, selama satu bulan penuh. (baca kisah sukses peserta; https://news.berbagi.id/buah-manis-perjalanan-alumnus-teknisi-service-hp-hsi-berbagi)
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan menjalani magang kerja di Borneo Flasher selama Agustus 2026 dan dilanjutkan dengan magang di jaringan mitra pada September 2026. Melalui proses berjenjang tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung di dunia kerja.
Tingkatkan Kapasitas, Mandiri Secara Finansial
Dalam kesempatan tersebut, atas nama LAZ HSI BERBAGI Sokhidin berharap para peserta dapat memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya. Terutama, untuk meningkatkan kapasitas diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Menurutnya, pelatihan yang diberikan tidak hanya bertujuan menghasilkan tenaga kerja terampil, tetapi juga membentuk pribadi yang berilmu, berakhlak, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapan kami, mereka belajar dengan sungguh-sungguh mendalami ilmu agama dan keterampilan servis handphone agar menjadi pribadi yang baik dalam urusan dunia maupun akhirat,” katanya.
Ia menambahkan, para peserta diharapkan mampu menjadi teknisi handphone yang profesional dan unggul di bidangnya. Keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan.
Lebih jauh, manfaat program ini diharapkan tidak berhenti pada diri peserta semata. Mereka didorong untuk menularkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh kepada masyarakat di sekitarnya.
“Semoga mereka dapat meningkatkan kondisi keluarga secara finansial dan menularkan ilmunya kepada saudara-saudara yang membutuhkan, sehingga semakin banyak orang yang merasakan manfaat dari program ini,” ungkap Sokhidin menegaskan.
Program Pelatihan Teknisi Servis Handphone merupakan salah satu upaya LAZ HSI BERBAGI dalam pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan kerja. Dengan menggabungkan pembinaan agama, pelatihan teknis, dan pengalaman magang, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang mandiri, produktif, serta siap berkontribusi bagi masyarakat.
Melalui program ini, HSI BERBAGI berharap lahir teknisi-teknisi handphone yang tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga memiliki karakter Islami, mandiri secara ekonomi, serta mampu menghadirkan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. (sbn)
Ingin membaca berita selengkapnya?
Baca Lebih Lanjut