
Tiba di Ende, Tim Tanggap Bencana HSI BERBAGI Siap Jalankan Misi Bantuan
Leny Hasanah- Tanggap Bencana LAZ HSI BERBAGI

Tim Relawan Tanggap Bencana LAZ HSI BERBAGI tiba di Ende, siap menjalankan misi membantu saudara-saudara kita di NTT. Foto-foto; Dok HSI BERBAGI.
Nusa Tenggara Timur, news.berbagi.id – Tim Tanggap Bencana HSI BERBAGI akhirnya mendarat di Ende, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 15.59 WITA. Setibanya di lokasi, tim relawan ini langsung bergerak melanjutkan perjalanan menuju Ponpes An Nur Center Flores untuk memulai rangkaian aksi kemanusiaan pascagempa di NTT pada 15 Agustus 2026 lalu.
Kedatangan Tim Tanggap Bencana merupakan tindak lanjut dari respons HSI Berbagi terhadap dampak gempa NTT. Pada pekan sebelumnya, lembaga kemanusiaan ini telah menyiapkan tiga personel untuk melakukan peninjauan langsung ke wilayah-wilayah yang mengalami kerusakan.
Tim relawan terdiri dari Dovit Agususilo, Adhi Setiawan, dan Muhammad Nashiruddin. Berangkat dari Surabaya pada Sabtu pagi pukul 05.45 WIB dan tiba di Kupang pukul 08.45 WITA untuk transit. Penerbangan dari Kupang menuju Ende yang semula dijadwalkan pukul 11.25 WITA mengalami penundaan. Pesawat kemudian diberangkatkan sekitar pukul 15.30 WITA hingga akhirnya tim tiba di Ende.
Begitu mendarat, langkah pertama yang dilakukan tim Tanggap Bencana adalah membangun koordinasi dengan Ustadz Muhammad Puawadjo dari YSMF. Langkah ini menjadi krusial guna memetakan titik-titik kerusakan serta mendata kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan.
“Sesampainya di Ende, kami akan bertemu Ustadz Muhammad Puawadjo, YSMF. Berkoordinasi terkait titik-titik terdampak dan hal yang dibutuhkan,” ujar Dovit saat dikonfirmasi https://news.berbagi.id menjelaskan rencana aksi tim, Sabtu (29/8/2026).
Selain melakukan penilaian (asesmen) berbasis data awal, Tim akan bergerak simultan dengan mendistribusikan bantuan darurat berupa paket sembako. Peninjauan berikutnya akan difokuskan ke wilayah Pota.
Sebelumnya, tim telah menjalin komunikasi daring dengan pihak setempat dan menerima laporan mengenai adanya fasilitas ibadah serta pendidikan yang rusak. “Melakukan asesmen lokasi yang sebelumnya sudah dihubungi secara online di daerah Pota, ada masjid dan rumah Qur’an terdampak,” kata Dovit menambahkan.
Sebagai pusat kendali informasi dan distribusi bantuan, tim juga merencanakan pendirian posko di sekitar wilayah Pota. Proses pemetaan lapangan ini ditargetkan berjalan intensif selama kurun waktu satu pekan.
“Waktu yang diberikan untuk asesmen sekitar satu pekan, baru setelah itu, menentukan bantuan apa yang akan diberikan yang bisa berdampak jangka panjang,” ujarnya.
Seluruh data riil yang dihimpun selama sepekan tersebut nantinya akan menjadi basis utama dalam menentukan formula bantuan berikutnya. Melalui skema ini, aksi HSI Berbagi tidak hanya berhenti pada penanganan darurat fase awal, melainkan diarahkan pada program pemulihan yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.
Tanggap Darurat Diperpanjang

Kondisi masyarakat di wilayah NTT saat ini masih berada dalam situasi darurat yang memprihatinkan. Berdasarkan data pembaruan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban jiwa akibat bencana ini telah mencapai 111 orang.
Situasi di lapangan kian berat bagi para korban selamat, karena hingga kini wilayah NTT masih terus diguncang oleh sekitar 8.794 kali gempa susulan.
Ratusan ribu pengungsi yang tersebar di berbagai titik dilaporkan sangat membutuhkan bantuan mendesak, lantaran mereka mulai terserang berbagai penyakit dan mengalami krisis air bersih yang diperparah oleh ancaman musim kemarau ekstrem.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memastikan masa tanggap darurat pasca gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diperpanjang hingga 12 September 2026.
“Kita sudah mendapatkan perpanjangan sebesar 14 hari ke depan, hingga status tanggap darurat diperpanjang sampai 12 September 2026,” ucap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melindungi Tim Tanggap Bencana HSI Berbagi dalam menjalankan misi membantu saudara kita di NTT, memberikan keselamatan serta kemudahan dalam setiap langkah di lapangan.
Kita juga berdoa semoga Allah memberikan kesabaran, kekuatan, dan ketabahan yang berlipat ganda bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di NTT, serta segera memulihkan kondisi wilayah terdampak menjadi lebih baik. (sbn)
Ingin membaca berita selengkapnya?
Baca Lebih Lanjut